Selasa, 26 Maret 2013

Faktor " X " Yang Menentukan





 Dilahirkan pada sebuah keluarga yang religius sangat mempengaruhi saya dalam cara pandang menghadapi kehidupan ini. Lingkungan pesantren ikut mewarnai perjalanan kehiduapan ketika saya masih kanak-kanak. Pengenalan sang maha pencipta dalam masa kecil saya begitu besar pengaruhnya terhadap perkembangan hidup saya. Pelajaran bagaimana Allah adalah zat yang maha mengetahui , maha melihat dan maha kuasa atas apa yang terjadi dalam kehidupan manusia sehingga apapun dalam kondisi apapun dan dalam waktu kapanpun Allah maha melihat mengetahui dan maha kuasa atas apapun yang terjadi. Satu cerita menarik ketika ustadz saya pernah bercerita tentang seorang kyai dengan 4 orang muridnya ceritanya begini. Pak kyai memberikan 4 orang muridnya masing- masing seekor burung dan sebilah pisau kemudian Pak kyai memerintahkan murid-muridnya tersebut untuk menyembelih burung tersebut dengan syarat tidak boleh diketahui oleh siapapun, setelah semua muridnya memahami maka masing- masing muridnya berlari mencari tempat yang tidak diketahui oleh siapapun dan menyembelihnya. Setelah 1 jam kemudian datanglah 3 orang murid ke kyainya dan berkata "kami sudah menyembelih burung yang diberikan kepada kami" . Kemudian Pak Kyai tanya satu persatu " kamu sembelih dimana " jawab salah satu muridnya " saya sembelih burung itu di dalam goa Pak Kyai jadi tidak ada seorangpun yang melihatnya " kemudian dua orang yang lain menjawab dengan hal yang sama meskipun tempatnya berbeda tetapi intinya mereka yakin tak ada seorangpun yang melihatnya. Setelah menyadari satu orang muridnya yang belum kembali lalu Pak Kyai dan ketiga muridnya menunggu hingga larut kepulangan satu muridnya hingga menjelang tengah malam baru satu murid yang ditunggu datang dengan membawa pisau dan burung yang masih hidup. Lantas Pak Kyaipun bertanya kepada muridnya " kenapa kamu baru pulang larut malam  dan membawa burung itu dalam keadaan hidup " lalu sang murid menjawab " maafkan saya Pak Kyai perintah untuk menyembelih burung ini tidak bisa saya lakukan karena dimanapun tempatnya saya mau menyembelihnya Allah tetap saja melihatnya saya tak bisa menghindar dari kuasa Allah Pak kyai " . Pelajaran ini memberikan saya teladan bahwa potensi apapun yang kita miliki sekuat apapun kita berusaha dan sehebat apapun kita, bahwa dalam keberhasilan hidup kita ada campur tangan Allah yang menyebabkan apapun yang kita inginkan bisa kita raih. Selalu mengucapkan dan selalu melakukan tindakan syukur selalu melandasi setiap langkah dalam hidup saya.

          Saya sangat menyadari semua yang saya alami selama saya berkarir di marketing dalam bisnis perdagangan berjangka ini besar sekali campur  tangan Allah yang saya rasakan. Banyak kejadian diluar nalar  yang saya alami dan saya dapatkan karena kemurahan dariNya , saya telah diberikan seorang istri yang tulus mendampingi hidup saya , rasanya tidak masuk akal seorang wanita mau saya nikahi padahal saya tidak memiliki apapun dan malah memiliki hutang 500 jt , satu hal yang langka bisa didapatkan di jaman sekarang ini. Rumah yang saya dapatkan dalam kurun waktu 6 bulan seharga 370 juta dan Rumah baru saya seharga 3,3 milyar dalam kurun waktu 15 bulan , tanggungan hutang 500 juta , serta biaya naik haji dan umrah untuk seluruh keluaga saya yang saya dapatkan hanya dalam waktu yang singkat adalah satu mukjijat lain yang saya rasakan. Sesuatu hal yang saya rasakan begitu besar campur tangan Allah dalam kehidupan saya dan sudah menjadi kewajiabn buat saya untuk selalu bersyukur atas semua nikmat yang diberikan Allah dalam kehidupan ini. 


    Dalam perjanan kehidupan saya berkaitan dengan sang maha pencipta kembali saya mendapatkan masukan yang luar biasa yang terus terang sangat mempengaruhi kehidupan saya. Atasan saya Pak Iriawan Widadi memberikan cerita yang sangat- sangat mempengaruhi cara pandang dan langkah kehidupan saya yaitu ketika beliau bercerita mengenai kisah antara nabi Musa  yang diperintahkan oleh Allah untuk belajar kepada nabi Khidir . Sebenarnya cerita ini saya sudah baca saat waktu kanak- kanak tapi saya jauh lebih mengerti makna yang terkandung didalamnya bagaimana seharusnya saya menjalani kehidupan ini dalam kaitan dan hubungannya dengan Allah SWT. Ceritanya kurang lebih begini : Pada suaru ketika Nabi Musa diperintahkan oleh Allah untuk belajar kepada Nabi Khidir setelah mendapatkan perintah Allah SWT Nabi musapun terheran-heran dalam hatinya dia mengatakan " Apa maksud Allah menyuruh saya untuk belajar kepada Nabi Khidir , bukankah saya (Musa) adalah pimpinan dari bani Israil, kaum yang oleh Allah diberikan kecerdasan yang lebih dari pada kaum- kaum yang lain, lantas kenapa saya malah disuruh belajar kepada Nabi Khidir ". Ditengah rasa penasaran itulah Allah mengatakan " Hai Musa kamu bisa menemui Nabi khidir di sebuah tempat dimana disitu ada batu yang memancarkan air dari batu itu " . Nabi Musapun berangkat ditemani Nabi Yakup untuk mencari dimana tempat Nabi Khidir berada . Dalam perjanannya mereka membawa ikan yang sudah mati dan ditempatkan pada sebuah tempat yang terbuat dari bambu dan diikatkan di pinggang Nabi Yakup. Pada suatu ketika saatnya waktu sholat maka merekapun mencari tempat untuk sholat dan berwudlu , pada saat mereka mengambil air wudlu tiba- tba dari sebuah batu memancarkan air dan mengenai ikan di pinggang Nabi yakup kemudian ikan tersebut hidup dan loncat dari tempatnya sehingga lepas ke sungai. Setelah selesai Shloat merekapun melanjutkan perjalanan, ditengah perjalanan Nabi Musa merasa lapar dan meminta Nabi Yakup untuk membakar ikan yang dibawa tadi, akan tetapi Nabi Yakup bercerita  bahawa ikan yang dibawa dari rumah sudah hilang loncat ke sungai saat ada batu yang memancarkan air. Kemudian Nabi Musapun teringat bahwa distitulah tempat Nabi Khidir, akhirnya merekapun kembali ketempat mereka sholat tadi dan menemui Nabi Khidir di tempat tadi. Setelah bertemu dengan Nabi Khidir Nabi Musapun menyampaikan maksudnya bahwa dia diperintahkan oleh Allah untuk belajar kepada Nabi Khidir, walaupun dalam hati bertanya apa maksud diperintahkan untuk belajar pada Nabi Khidir. Kemudian Nabi Khidirpun menyanggupi " Kamu boleh belajar sama saya tapi dengan satu syarat apapun yang saya ajarkan nanti, kamu tidak boleh bertanya apapun tentang apa yang saya ajarkan " kemudian Nabi Musa menjawab " baik Nabi Khidir ". Kemudian mereka berjalan di sebuah pantai dan tiba-tiba dengan pedangnya Nabi Khidir melubangi hampir keseluruhan sebuah kapal yang akan berlayar yang sudah terisi penumpang. Melihat hal tersebut Nabi Musapun melanggar janjinya untuk tidak bertanya" Ya Nabi Khidir , kenpa kamu lubangi kapal itu bukankah kapal itu sudah mau berlayar kalau kamu lubangi kapal itu maka kapal itu tidak akan bisa berlayar " . Kemudian dengan nada tinggi Nabi Khidir menjawab " Bukankah sudah saya bilang jangan pernah bertanya apapun yang saya ajarkan ", kemudian Nabi Musapun terdiam . Kejadian ini menggambarkan bahwa setiap manusia didunia ini lebih mengandalkan logika berfikir dalam menjalani kehidupannya, banyak orang yang memaknai keberhasilan yang selama ini diraih adalah hasil kerja keras dan buah fikiran dia . Seperti Nabi Musa saat kejadian ini hanya mengandalkan logika dalam menyikapi kehidupan ini. 



        Kemudian merekapun melanjutkan perjalanan dan ditengah jalan merekapun bertemu dengan seorang anak berumur 12 tahun, kemudian dengan pedangnya Nabi Khidir menusukkan pedang tersebut tepat ke jantung anak tersebut hingga meninggal. Dalam kebingungannya Nabi Musa kembali melanggar janjinya untuk tidak bertanya " Wahai Nabi Khidir kenapa kamu bunuh anak kecil ini, kalau kamu membunuhnya maka kamu akan mendapatkan hukuman yang sama seperti apa yang kamu lakukan sekarang ini " , kembali Nabi Khidir bilang ke pada nabi Musa " Hai Musa bukankah aku melarang kamu untuk bertanya " nabi musapun terdiam. Dalam pelajaran ini Nabi Musa dengan kepandaian otaknya menyikapi kehidupan ini hanya dari sisi hukumya . Begitupun kehidupan dinegara kita ini hukum dimana- mana sudah diperjual belikan, hukum bukan lagi hal yang ditakuti oleh orang- orang berduit, buat mereka yang berduit hukum dunia gampang untuk dibeli.

Perjalanan selanjutnya mereka menuju sebuah kerajaan dan menemukan sebuah tembok sebuah benteng kerajaan yang terlihat miring dan mau roboh. Kemudian dengan cepat Nabi Khidir memperbaiki tembok tersebut hingga selesai dan berdiri kokoh kembali. Setelah selesai Nabi Khidir mengajak nabi Musa kembali ketempat semula mereka ketemu. Dengan keheranannya Nabi Musa bertanya  " Wahai Nabi Khidir bukankah barusan kita sudah memperbaiki tembok kerajaan ini , mari kita singgah menemui sang raja untuk meminta imbalan atas apa yang kita sudah lakukan". Kemudian sekali lagi Nabi Khidir mengingatkan untuk tidak kembali bertanya dan mengajak pulang ke tempat Nabi Khidir . Sekali lagi Nabi Musa berfikir dengan logikanya tentang prinsip ekonomi dalam menolong orang , yaitu kalau kita melakukan sesuatu harus ada imbalanya . Kehidupan manusia saat ini setiap apa yang kita lakuakan selalu kita meminta balasan, kita tidak benar- benar ikhlas dalam menjalankannya.


    Sesampainya di tempat tinggal Nabi Khidir merekapun berbincang-bincang tentang apa-apa yang sudah diajarkan oleh Nabi Khidir. Nabi Khidir adalah Nabi yang oleh Allah diberi mukjizat yang bisa melihat masa depan. Kemudian Nabi Khidir bertanya kepada nabi Musa " Wahai Musa taukah kamu kenapa saya lubangi kapal yang mau berlayar tadi, perlu kamu ketahui saya lubangi kapal tersebut supaya kapal tersebut tidak jadi berangkat berlayar karena ditengah lautan sana sudah ditunggu para bajak laut yang akan merampas harta benda mereka dan membunuh semua yang ada dikapal, makanya aku lubangi kapal tadi " , Nabi Musapun baru mengerti apa maksud kenapa nabi Khidir melubangi kapal tersebut. Kemudian Nabi Khidir kembali berkata " Tahukah kamu Musa kenapa anak umur 12 tahun tadi saya bunuh , karena ketika kelak dia besar, dia akan jadi orang yang murtads dan jadi seorang perampok , pembunuh dan pemerkosa yang akan meresahkan masyarakat, makanya sebelum anak itu murtads dan jadi pengacau masyarakat maka aku bunuh anak tersebut", sekali lagi Nabi Musa baru mengerti apa maksud dibunuhnya anak tersebut. Kemudian Nabi Khidir melanjutkan penjelasannya" tahukah kamu Musa kenapa aku melarang kamu untuk meminta imbalan kepada raja , karena dibalik tembok benteng tadi ada rumah-rumah penampungan anak yatim yang jikalau tembok itu roboh maka akan menimpa perumahan anak yatim tersebut " , kembali Nabi Musa mengerti kenapa tidak boleh meminta imbalan kepada raja .



     Dari cerita ini bahwa dalam menyikapi kehidupan ini saya  bisa belajar bahwa manusia harus selalu belajar dan belajar untuk lebih baik, Nabi Musa yang dikaruniai kecerdasan yang tinggi oleh Allah disuruh belajar kepada Nabi Khidir, hal ini dimaksudkan oleh Allah bahwa nabi musa adalah manusia biasa yang meskipun dikarunia otak yang cerdas tetapi juga harus belajar kepada orang lain. Lantas kenapa saya , anda  yang  pasti tidak secerdas dan sepandai Nabi Musa malas untuk belajar atau bahkan tidak mau untuk belajar supaya lebih baik, apa saya ,anda semua ini dibandingkan Nabi Musa . Dari sini saya amat begitu sadar bahwa saya harus selalu belajar dan belajar untuk lebih baik kepada siapapun baik orang yang lebih tua maupun yang lebih muda dari saya. Dalam menyikapi kehidupan ini kebanyakan orang hanya menggunakan 3 hal dalam menjalani kehidupannya dan menyikapi hasilnya dengan 3 hal pula , yaitu yang pertama orang menyikapi dan menjalankan kehidupan ini hanya memakai logika berfikir, seperti Nabi Musa menyikapi ketika  Nabi Khidir melubangi kapal sehingga kecenderungan menyalahkan apa yang dilakukan oleh Nabi Khidir, karena Nabi Musa hanya melihat keadaan saat itu. Dalam kehidupan ini banyak orang yang memakai hanya logika dalam melakukan segala hal, kadang kita sudah seolah-olah tahu hasil apa yang akan kita dapatkan dari pekerjaan itu walaupun sebenarnya pekerjaan itu belum kita lakukan , kita seperti menjadi Tuhan sehingga banyak orang yang tidak banyak berbuat dalam hidupnya karena sebelum berbuat dia sudah menghakimi hasil apa yang akan dia peroleh. Yang kedua orang dalam hidupnya memakai landasan hukum dalam menyikapi kehidupannya . Banyak orang yang menghakimi segala sesuatu yang terjadi hanya atas kejadian saat itu tanpa melihat jauh ke depan. Banyak kejadian kekacauan ataupun tindakan yang tidak layak karena orang merasa dirinya paling benar menurut pemahaman hukum orang tersebut. Orang merasa bahwa Allah tidak adil kenapa di lahirkan dalam keadaan miskin, kenapa dilahirkan cacat kenapa dilahirkan jadi laki-laki dan masih banyak ketidak puasan akan hukum Allah yang sudah ditetapkan kepada masing-masing orang tersebut. Yang ketiga adalah kecenderungan manusia hanya menggunakan hukum ekonomi apa yang dia  kerjakan harus mendapat imbalan, kecenderungan orang tidak benar benar ihklas dalam menjalankan kehidupan ini dan ihklas untuk saling berbagi satu sama lain demi kebaikan semua tetapi memperhitungkan apa yang dilakukan harus mendapat imbalan yang sesuai atau kalaupun perlu mendapatkan lebih dari apa yang dia lakukan. Contoh nyata banyak orang malas bekerja tetapi ingin mendapatkan penghasilan yang besar. Banyak orang hanya menggunakan motif dasar ketiganya yaitu motif  logika , hukum dan ekonomi dalam menjalankan kehidupan ini , setiap orang lupa bahawa ada faktor lain yang sangat menentukan dalam kehidupan setiap orang dan dari cerita Nabi Khidir dan Nabi Musa  itu saya diwajibkan untuk selalu berfikiran positif terhadap ketentuan Allah kedepan, tidak boleh menyikapi segala sesuatu yeng terjadi pada saat itu saja tetapi ada maksud Allah yang lebih baik dihari depan jika saya berfikiran positif dan melakukannya dengan hal- hal yang positif. Dari cerita ini juga saya diajarkan untuk selalu ihklas dalam menjalankan kehidupan ini karena maksud Allah jauh lebih baik kedepannya, saya tidak boleh berputus asa dalam melakukan segala hal. Saya tidak boleh menghakimi sesuatu itu benar atau salah, jahat atau tidak karena hak untuk menghakimi atas segala sesuatu adalah hak Allah. Seperti ketika Nabi Khidir bertanya kepada Nabi Musa " Wahai Musa , saat ibu kamu menghanyutkan kamu di sungai nil ketika saat kamu bayi , menurut kamu jahatkah ibu kamu saat itu? " kemudian Nabi Musa menjawab " ya , pasti saya berfikir ibu aku jahat saat itu karena membuangku di sungai Nil, tetapi saat ini saya menyadari bahwa tindakan ibuku saat itu tidak jahat karena kalau tidak di buang ke sungai Nil mungkin saat ini aku sudah mati dibunuh tentara Firaun. Dari sini saya belajar saya tidak boleh berputus asa apapun yang terjadi dan bagaimanapun keadaan saya, karena saya tidak akan pernah tahu apa maksud Allah dari segala sesuatu yang saya alami selama ini. Setiap kejadian yang saya alami , baik saat berhutang 500 juta , saat saya harus mewujudkan apa yang ingin saya capai dalam kehidupan ini, saya hanya  ihklas menjalankannya, saya hanya niatkan semua itu sebagai ibadah, seberat apapun dan sebesar apapun persoalan hidup yang saya alami, saya hanya menyandarkan kepada zat yang maha kuasa karena saya begitu yakin bila saya ihklas menjalankanya serta terus berprasangka baik kepada ketetapan Allah kedepan serta menjalankanya sebagai ibadah pertolongan Allah pasti akan datang. Semua yang saya alami dan semua yang terjadi dan apa-apa yang dititipkan kepada saya saat ini, saya begitu menyadari bahwa semata- mata bukan hanya karena usaha keras saya , teman teman saya saja tetapi begitu besar campur tangan Allah SWT. Faktor " X " yang sangat menentukan tetapi mudah dilupakan semua orang karena kesombongan dan kecongkakan bahwa semua adalah hasil dari kerja keras pribadi bukan atas rahmat  sang faktor "X" , sang penentu Allah SWT.

Rumahku Perencanaan Fikiranku

    

    Kenangan masa kecil saya masih begitu melekat pada diri saya sampai hari ini, terutama kejadian dimana untuk pertama kali saya diperkenalkan oleh ayah saya bagaimana kita harus mengelola keuangan dalam mencapai tujuan yang kita inginkan. Pelajaran yang sangat berharga waktu itu adalah ketika suatu pagi ayah saya berkata kepada saya " Nak uang 3.000 rupiah ini adalah uang saku kamu untuk satu bulan ", saat itu sebagai anak kecil menerima uang yang lumayan besar, karena rata-rata uang saku teman- teman saya hanya 50 rupiah setiap hari, saya merasa bahagia, saya bahkan lupa kalau ayah saya saat itu mengatakan bahwa uang saku itu untuk satu bulan. Sebagai anak kecil yang belum tau bagaimana mengatur keuangan sayapun menggunakan uang sebanyak itu dengan tanpa perhitungan, saya gunakan uang itu untuk mentraktir teman- teman saya sehingga uang 3.000 rupiah itu habis dalam kurun waktu 5 hari saja, tetapi saat itu dalam fikiran saya nanti minta ayah saya lagi pasti akan diberi kembali. Perkiraan yang konyol itupun ternyata lain dari kenyataan, sayapun dapat marah dari ayah dan beliau berkata kepada saya " ayah bilang uang itu untuk satu bulan bukan lima hari, jadi sampai nanti awal bulan kamu tidak ada uang saku lagi ", satu kalimat yang terucap yang tidak adil waktu itu menurut saya dalam benak saya kalu memang tidak ada uang saku lagi kenapa diberi uang banyak, fikiran anak- anak yang masih polos. Sebagai anak yang cukup nakal sayapun tidak kehabisan akal untuk mendapatkan uang saku, sayapun meminta nenek saya setiap hari untuk uang saku saya, hingga suatu hari ayah saya tahu dan meminta nenek saya untuk tidak memberi uang saku lagi. Dan alangkah terkejutnya ketika dibulan berikutnya uang saku saya untuk bulan berikutnya dipotong sejumlah uang yang telah diberikan oleh nenek saya, kejam, kata itu yang saya alamatkan kepada ayah saya saat itu. Dibulan berikutnyapun saya harus pandai- pandai mengaturnya, uang yang saya dapat untuk satu bulan saya tukarkan dengan pecahan kepada ibu saya untuk saya bagi rata selama 30 hari dan saya kunci di laci kemudian kuncinya saya titipkan kepada ibu saya. Dengan begitu sama saja saya setiap hari saya mendapatkan uang saku yang sama dengan teman- teman saya walaupun saya melalui proses berfikir sendiri bagaimana caranya supaya uang itu dapat saya pakai selama satu bulan. Suatu pendidikan perencanaan yang baru saya sadari setelah saya beranjak dewasa, betapa saya berterima kasih telah diberi pejaran berharga dalam hidup saya bahwa segala sesuatu harus direncanakan dan selalu mempersiapkan diri untuk hal dimasa depan karena masa depan adalah misteri yang hanya Allah yang mengetahuinya.   

    Sebuah kalimat bijak mengatakan " kita adalah apa yang kita fikirkan adanya kita sekarang adalah hasil pemikiran kita dimasa lalu, dengan fikiran kita, kita jadikan dunia kita " , dalam arti kalimat saya seperti pelajaran yang diajarkan oleh ayah saya, masa depan itu misteri dan seharusnya masa depan itu harus kita fikirkan mulai saat ini dan kita rencanakan bagaimana keadaan kita dimasa depan saat ini juga serta jangan lupa melakukannya mulai saat ini juga hasilnya serahkan kepada Allah SWT. Atas dasar inilah setiap saya menginginkan sesuatu sebagai tujuan yang ingin saya capai maka saya akan selalu merencanakan dengan matang segalanya, setiap hal yang saya inginkan selalu saya gambarkan saya detailkan dan saya rasakan kenikmatan ketika saya berhasil mewujudkan impian saya itu. Buat saya tujuan saya tidak boleh masuk akal, akan tetapi cara saya mencapainya harus masuk akal.

     

    Didalam kehidupan setiap manusia dikaruniai Allah berupa otak yang terdiri atas otak kanan dan otak kiri, otak kanan lebih berfungsi sebagai otak imajinasi menggambarkan keinginan manusia tanpa batas serta tidak ada sekat sekat baginya, buat otak kanan segala sesuatu yang dia imajinasikan tidak bisa dibatasi oleh apapun baik ruang dimensi dan waktu , dia tidak mengenal yang namanya ketidak mungkinan. Satu alasan kenapa didunia ini banyak orang hidup tanpa arah yang jelas dikarenakan imajinasi kehidupannya kurang atau bahkan tidak ada, dalam bahasa lain otak kanannya jarang difungsikan, makanya banyak jargon orang bule mengatakan bahwa otak kanannya orang Indonesia kalo dijual paling mahal kenapa demikian karena " jarang digunakan ". Otak kiri kita sebenarnya berfungsi sebagai pendukung utama imajinasi dari otak kanan kita dengan otak kirilah imajinasi otak kanan akan bisa direalisasikan karena otak kiri kita mampu mendetailkan langkah yang akan kita lakukan serta mampu mengantisipasinya apabila langkah kita melenceng dari imajinasi kita . Otak kanan dan otak kiri kita harus kita fungsikan seolah sepasang  kekasih yang sedang di mabuk cinta , masing- masing saling melengkapi dan masing- masing memiliki peranan untuk mewujudkan sebuah tujuan. Dua hal yang paling saya syukuri di dunia ini adalah saya diberikan orang tua yang luar biasa mengajarkan bagaimana saya harus merencanakan kehidupan ini dan yang kedua adalah karunia otak kanan dan kiri yang lengkap, bentuk rasa syukur saya adalah saya memanfaatkan keduanya itu untuk lebih berguna buat diri saya pribadi, keluarga serta untuk orang banyak.

     Setiap orang pasti memiliki impian dalam hidupnya tetapi tidak setiap orang mampu mewujudkan impian itu. Kenapa tidak semua orang mampu mewujudkan impiannya karena kurang fokus terhadap impian, perencanaan yang kurang detail, tindakan yang tidak mencerminkan terwujudnya sebuah impian. Alasan kenapa bagian ini berjudul " rumahku perencanaan fikiranku " karena saya ingin menunjukkan betapa perencanaan begitu punya peranan penting dalam kaitannya mewujudkan suatu impian. Perencanaan adalah gambaran masa depan yang akan kita bangun kedepan keadaan kita bagaimana dan seperti apa kita kedepan. Pada bagian ini saya ingin menunjukkan detail bagaimana saya membangun impian sebuah rumah yang dari awal saya bangun dari imajinasi saya dan saya kerjakan dengan langkah- langkah yang detail serta monitoring yang ketat. Inilah satu impian yang modal awalnya hanya sebuah impian, tekad kuat ,keyakinan akan kemampuan diri serta pertolongan dari Allah SWT.



      Pada pertengahan 2010 saya mempunyai keinginan untuk memiliki rumah yang sederhana saja yang penting nyaman buat aktifitas keluarga. Tetapi dalam benak saya saat itu kenapa harus sederhana kalau saya bisa yang lebih dari itu, dalam perencanaan inipun saya berusaya memaksimalkan otak imajinasi saya , saya menginginkan rumah dengan berbagai macam gabungan tipe-tipe rumah yang biasanya tidak bisa terpenuhi oleh rumah yang biasa disediakan oleh pengembang. Saya menginginkan sebuah rumah yang bisa mencerminkan tingkat budaya baik yang saya sukai serta bisa mengakomodir semua kebutuhan keluarga saya, mungkin kalau ada yang bertanya jenis rumah apa dan tipe bagaimana rumah saya, amat sulit saya menjawabnya . Atap sebagai pelindung utama dari panas dan hujan saya buat seperti rumah adat jawa yang mencerminkan bahwa kami adalah orang yang akan mendidik anak-anak kami dengan adat orang jawa yang mempunyai ciri sopan santun dan kesopanannya, pada sebagian sisi atapnya saya sengaja buat terbuka sehingga pada saat malam hari ketika bintang-bintang serta bulan menampakkan dirinya saya dan keluarga akan bisa menikmati keindahanya serta mengagumi maha karya sang pencipta sehingga selalu mengingatkan saya dan keluarga untuk tetap terus bersyukur atas nikmat- nikmatNya . Pada bagian dindingnya saya menginginkan banyak udara yang masuk sehingga sirkulasi udara menjadi lancar sehingga kebutuhan akan udara sehat akan selalu terjaga sehingga aktifitas tidak terganggu sehingga saya pilih tipe rumah tropis yang pada sisi-sisinya banyak dinding terbuka serta penggunaan ruang hijau sekitar 30 persen dari keseluruhan luas tanah yang dipakai, sekaligus sumbangsih saya terhadap keseimbangan ekosistem buat bumi kita ini. Pembaguan ruangpun saya detailkan berdasarkan fungsi hobi serta kegunaan sehingga semua kebutuhan keluarga saya dapat dipenuhi, ruang tidur saya desain berdasarkan kesukaan masing- masing , mulai dari kecintaan istri saya terhadap budaya jepang maka desain dari ruang tidur sayapun memakai desain interior ala jepang. Anak pertama saya yang sangat menyukai petualangan laut sayapun mendesainya seolah ruang tidurnya ada ditengah samudra lengkap dengan tempat tidur berupa perahu, begitu juga anak kedua saya yang sangat suka sekali dengan mobil- mobil Formula 1 saya desain seolah-olah dia ada ditengah- tengah sirkuit lengkap dengan tempat tidur sebuah mobil ferrarinya. Salah satu ruangan disisi ataspun saya fungsikan sebagai ruang musik lengkap dengan karaoke karena kedua anak saya memang sangat menyukai musik serta mengembangkan bakat anak pertama saya dalam memainkan alat musik piano klasik. Sebagai manusia ciptaan Allah ada kewajiban buat saya untuk menyediakan sebuah ruang untuk tempat ibadah dengan desain ala budaya arab lengkap dengan hiasannya supaya bisa merasakan kekhusukan dalam beribadah. Dengan gambaran seperti itu saya datang kepada teman arsitek saya untuk mendesain rumah tersebut sehingga saya bisa menggambarkan secara jelas dan kasat mata untuk membantu saya melihat detail dari rumah tersebut dan setelah jadi saya bukan hanya bisa membayangkan saja tapi juga bisa melihat secara jelas rumah itu kelak akan seperti apa. Pendetailan sebuah impian saya pandang sangat perlu dan menentukan karena dengan melihat sebuah rencana impian sudah tidak memerlukan imajinasi yang kadang kita perlu berkonsentrasi untuk menggambarkannya. Dengan menggambarkannya saya bisa terus termotivasi setiap saat apabila saya melihat gambar tersebut , saya akan bisa dengan mudah mengelola emosi saya serta semangat saya dan yang terpenting adalah saya dengan sangat mudah merasakan bagaimana nikmatnya ketika rumah saya itu benar- benar menjadi kenyataan.


   
 
   Perencanaan berapa jumlah dana yang dibutuhkan dalam pembanguan rumah saya merupakan konsentrasi saya selanjutnya karena akan sangat menentukan berapa lama saya harus mencapai nilai itu. Rencana Anggaran Biayapun telah jadi dan mendapatkan satu nilai yang cukup fantastis buat saya 3,3 Milyar satu nilai yang harus saya capai dalam kurun waktu tertentu. Dalam menentukan berapa lama waktu yang saya butuhkan saya perlu melihat berbagai macam sudut pandang, mulai dari kekuatan yang saya miliki saat itu dibisnis ini dan berapa percepatan yang saya butuhkan sehingga target pemenuhannya tidak terlalu lama. Karena setiap target yang terlalu lama akan membuat saya menjadi malas mencapainya dan apabila terlalu cepat saya akan merasa terlalu berat sehingga bisa- bisa saya membabi buta dalam mencapainya. Dalam setiap apa yang saya targetkan, saya tidak ingin terbebani dan saya juga tidak ingin target itu membuat saya santai dalam mencapainya, dalam artian saya ingin melakukan segala sesuatu berdasarkan porsinya dengan memperhatikan percepatan yang harus saya lakukan supaya saya dapat mencintai proses yang harus saya lalui.

    Setiap impian yang saya targetkan dalam mewujudkannya selalu saya mulai dari nol, artinya setiap impian saya dalam pemenuhannya dimulai dari waktu yang saya tentukan dan modalnya adalah nol, hanya kekuatan SDM yang saya miliki saat itu. Dengan hitungan yang cukup cermat berdasarkan kekuatan yang saya miliki dan percepatan yang saya inginkan ketemulah suatu jangka waktu yang saya tentukan yaitu 19 bulan dimulai dari januarai 2011. Pertama yang saya lakukan adalah melihat tingkat Closssing Power Indeks (CPI ) yang saya miliki dikantor tempat saya bekerja, dari CPI ini saya perhitungkan berapa staff , manager , appointment , serta penambahan baik staff , manager , ataupun appointment yang harus ditambah setiap bulannya . Semua saya perhitungkan dengan cermat hingga sampai target waktu 19 bulan kedepan. Detail rencana 19 bulan itulah sebagai acuan saya setiap bulannya yang akan menjadikan ukuran apakah target saya berjalan sesuai waktu, lebih cepat atau lebih lambat dari waktu yang saya tetapkan. Pengetahuan sewaktu kuliah di FTUI memberikan kemudahan saya menganalisa sebuah tingkat pekerjaan apakah sesuai standart waktu , dibawah standart atau melebihi standart yang saya tentukan sehingga lebih mudah untuk mengontrolnya dan lebih mudah juga dalam membuat evaluasi dan langkah- langkah yang akan diambil selanjutnya. Kurva S yang saya kenal di mata kuliah menejemen proyek ini sangat membantu dalam keinginan mewujudkan target impian saya.

 

      Semua perencanaan sudah selesai, sayapun mulai fikirkan langkah untuk mewujudkannya. Hal penting setiap saya mempunyai impian adalah saya selalu memberitahukan kepada orang- orang yang saya kenal, seluruh staff-staff saya di kantor maupun dikantor lain dimana saya sering memberi materi dan saat memberi materi itu saya selalu tunjukkan inilah impian saya rumah seharga 3,3 Milyar yang harus saya wujudkan selama 19 bulan kedepan. Bukan tanpa maksud kenapa saya harus menujukkan kepada siapapun yang saya kenal apa yang menjadi impaian saya dalam jangka waktu tertentu itu, hal ini disebabkan saya ingin memberikan suatu daya ungkit yang kuat pada diri saya betapa malunya saya kalau impian saya itu tidak terwujud pada waktu yang telah saya tetapkan, karena terlanjur saya sudah tunjukkan dan beritahukan impian itu kesemua orang. Saya ingin setiap saat selalu pada jalur yang tepat dan selalu memonitor sejauh mana tercapainya. Seringnya saya beritahukan impian saya itu sekaligus juga untuk lebih membuat perasaan saya bagaimana nikmatnya kalau impian saya itu terwujud dan betapa bangganya saya kalau terwujud sesuai dengan waktu yang telah saya tentukan. Intinya dengan sering saya beritahukan kepada banyak orang ikatan emosional antara saya dengan impian saya selalu terjaga.

     Monitoring terhadap realisasi hasil setiap bulannya adalah bagian strategi yang saya lakukan berikutnya , proses ini saya lakukan dengan membandingkan antara hasil yang saya capai dengan kurva perencanaan yang saya buat, saya selalu mengamati apakah hasil yang saya capai sudah sesuai dengan yang saya rencanakan. Hal ini penting supaya setiap saat saya bisa memonitor hasilnya dan memperbaiki prosesnya dengan begitu saya bisa mengambil langkah baik perbaikan maupun langkah percepatan agar hasil yang akan saya capai lebih baik dari perencanaan saya. Terjun dibisnis di bidang marketing pada industri perdagangan berjangka dengan jabatan kepala cabang adalah satu hal yang tidak mudah, setiap saat saya harus menjaga berapa jumlah marketing yang harus ada, jumlah appoinmet yang harus ketemu serta bagaimana strategi untuk mempercepat pencapaian target. Dan yang paling penting adalah koordinasi dengan masing- masing manajer untuk bersama- sama berfikir bagaimana untuk selalu meningkatkan omset yang ada. Semua itu berlangsung hari demi hari dan tak terasa 10 bulan kemudian sudah 70 % lebih saya dapatkan  nilai dari target untuk mewujudkan impian rumah saya . Rumahpun bulan oktober 2011 mulai saya bangun dan prosespun berjalan hingga target sayapun terpenuhi hanya butuh waktu 15 bulan lebih cepat 3 bulan dari yang saya targetkan, satu hasil pemberian Allah yang harus saya syukuri. Rumah semula hanya sebuah imajinasi kemudian tertuang dalam sebuah gambar dan kini sudah berdiri kokoh dan indah sebagai saksi hidup bagi setiap orang yang saya tunjukkan serta perlihatkan impian saya saat itu. Dalam hidup ini hanya simple anda hanya tinggal bermimpi dan mimpi anda haruslah besar karena sesungguhnya Allah maha besar kalau kita bermimpi besar pasti kita akan diberi hal yang besar. Selanjutnya gambarkan impian anda dalam sebuah gambar visual yang anda bisa lihat setiap saat dan setiap waktu agar anda benar- benar mendapatkan ikatan emosional untuk mewujudkannya sehingga anda akan bisa merasakan betapa nikmatnya andai impian anda terwujud dan bisa andai capai sesuai waktu yang anda tentukan. Kemudian anda detailkan kedalam bentuk rencana biaya serta rencana kerja untuk mencapainya, selanjutnya lakukan dengan sepenuh hati , monitor hasil yang sudah anda capai dari waktu ke waktu perbaiki apabila prosesnya ada kekurangan dan buatlah terobosan untuk membuat target tercapai lebih cepat dan yang terakhir serahkan hasilnya pada Allah SWT , insyaAllah apapun yang anda impikan akan dikabulkan olehNya. Selamat Berkarya !!!



Siapa Aku Siapa Kamu Siapa Saja



    
   Setiap manusia akan mengalami tiga fase dalam kehidupannya , fase ini biasanya ditentukan oleh perkembangan otak dan pertambahan umur masing-masing individu. Setiap fase yang dialami manusia memiliki pengaruh bagaimana setiap manusia bersikap, berperilaku dan manusia berfikir . Cara setiap manusia bersikap, berperilaku dan berfikir ini sebenarnya yang paling menentukan apakah seseorang itu berhasil atau gagal dalam hidupnya. Kebiasaan manusia yang pada umumnya tiga fase itu bisa dikelompokkan berdasar umurnya yaitu Fase ketika manusia mempunyai keinginan untuk diakui keberadaanya atau saya sebut saja " Siapa Aku " , fase ini pada umumnya terejadi pada manusia umur antara nol sampai 30 tahun. Pada fase ini setiap manusia ingin diakui dan diperhatikan keberadaannya, pada fase ini setiap manusia akan menunjukkan eksistensinya, bahwa dirinya ada dan harus diakui , berbagai macam cara setiap manusia ingin diakui keberadaan serta eksistensinya, ada dengan cara yang positif dan ada yang menggunakan cara yang negatif. Pada intinya pada fase ini setiap manusia ingin mencari jati diri , siapa sebenarnya dirinya sehingga sikap individualisnya begitu tinggi. Fase yang kedua adalah fase dimana manusia sudah memikirkan untuk seberapa kuat pengaruh atas jati dirinya untuk orang lain, fase ini saya sebut " Siapa Kamu ", fase ini pada umumnya terjadi pada manusia umur antara 30 sampai 60 tahun. Fase ini setiap manusia berusaha akan mengukur tingkat pengaruhnya terhadap sesamanya seberapa kuat dirinya terhadap sesamanya dan seberapa kuat eksistensinya bagi sesamanya. Pada fase ini kecenderungan akan membentuk pilihan kehidupan setiap manusia, pada fase ini manusia akan menjadi kepribadian yang hebat, baik dan mempunyai manfaat bagi sesamanya , atau justru sebaliknya jadi pribadi yang lemah, jahat dan tidak memiliki nilai manfaat bagi setiap sesamanya. Pada fase ini, orang akan menjadi jaya dan bermartabat atau bahkan ada yang terpuruk dan menjadi pecundang. Fase yang ketiga adalah fase dimana manusia begitu menyadari akan manfaat dirinya buat sesamanya dan sudah seberapa besar dirinya telah mengabdi kepada kepentingan sesamanya , fase ini saya sebut fase " Siapa Saja ", pada umunya fase ini terjadi saat umur 60 tahun keatas. Pada fase ini manusia mengalami fase kesadaran ke-Tuhanan yang tinggi , kesadaran akan umur yang sudah tidak lama lagi untuk meninggal sehingga pada fase ini manusia akan berusaha menjadi manusia religius dan mempunyai manfaat bagi setiap manusia yang ada. Sehingga manusia akan berlomba-lomba untuk berbuat kebaikan dan mempunyai banyak manfaat bagi sesama manusia. Tapi pertanyaannya apakah setiap manusia akan mencapai umur diatas 60 tahun tersebut ? ,WaAllahu a'lam hanya Allah yang tahu.

    Sebagai seorang pribadi yang normal sayapun mengalami fase-fase kehidupan diatas fase dimana saya ingin mendapatkan pengakuan fase dimana eksistensi saya diakui oleh banyak orang. Keinginan begitu kuat hasil didikan orang tua saya bahwa hidup ini kalau mau terkenal dan diakui eksistensi saya hanya dua pilihannya  yaitu menjadi yang terjelek atau menjadi yang terbaik, karena yang ter itulah yang akan diakui eksistensinya, cuma bedanya untuk menjadi yang terjelek tidak memerlukan proses yang panjang dan sulit tetapi untuk menjadi yang terbaik memerlukan proses yang panjang, rumit , penuh halangan dan rintangan, kerja keras, keyakinan yang kuat serta menyerahkan hasilnya sepenuhnya kepada Allah SWT. Setiap manusia pada dasarnya dilahirkan dalam keadaan yang suci, baik  sehingga dari dalam hati yang paling dalam setiap manusia akan memilih cara yang terbaik untuk mendapatkan pengakuan eksistensinya, begitu juga saya , diri saya selalu terpacu untuk menjadi yang terbaik terhebat dalam apapun dimanapun dan kapanpun serta dalam karya apapun. Sejak mulai dari bangku sekolah dasar sampai dengan SMA  saya selalu bertekat untuk menjadi yang terbaik dalam setiap semester Indeks Prestasi saya selalu pada urutan tiga besar dan yang paling sering selalu mendapat peringkat nomor satu. Juara kelas adalah satu kebiasaan saat saya disekolah baik SD,SMP, maupun SMA. Nilai Ebtanas Murni saya saat SD mencapai peringkat tertinggi satu sekolah, ketika saya SMP Nilai Ebtanas Murni saya bahkan mencapai teertinggi se Kabupaten dan juara ke dua Nilai Ebtanas Murni saya ketika SMA. Sampai dengan kuliahpun saya selalu berkomitmen untuk tetap menjadi yang terbaik. Satu komitmen yang kuat pada setiap langkah saya untuk selalu ingin menjadi yang terbaik.


   
Menjadi yang terbaik dalam hidup saya adalah hal yang selalu saya ingin wujudkan, begitu juga dalam kehidupan pekerjaan saya dibidang marketing yang saya tekuni, saya sadar bahwa untuk menjadi yang terbaik saya  harus totalitas, tidak boleh setengah- setengah, ihklas , dan yang pasti saya harus rela berkorban baik waktu, tenaga maupun fikiran serta bekerja lebih keras dari apa yang orang lain kerjakan. satu rumus yang simple tapi tidak banyak orang yang melakukannya. Ada satu alasan kenapa dalam hidup saya selalu ingin menjadi yang terbaik dan kanapa saya harus melakukan hal yang terbaik saat itu juga. Pada suatu saat, waktu itu dibulan puasa saya mengikuti pengajian dan saat itu kebetulan membahas salah satu surat di Alquran yaitu surat Al-asr, tafsir surat ini begitu menyadarkan saya bahwa bagaimana kita mensyukuri nikmat Allah yang bernama waktu. Anugrah yang begitu luar biasa kalau semua orang memahaminya yang di berikan Allah secara gratis , saya , anda semua tidak perlu membayar untuk mendapatkan nikmat yang bernama waktu. Setiap manusia kecenderungan akan menghargai sesuatu yang dia dapatkan dengan usaha ataupun mengeluarkan sejumlah uang untuk mendapatkannya padahal Allah menyediakan banyak hal yang gratis dan tidak memerlukan usaha untuk mendapatkannya seperti udara, waktu sinar matahari dsb, mungkin karena gratis itulah penghargaan kita manusia menjadi urutan yang paling bawah. Penggalan 3 ayat pertama surat itu membuat saya begitu tertegun dan seolah- olah saya begitu menyadari sayalah orang yang paling tidak bersyukur . Ayat pertama mengatakan " Demi Masa " pengertian ini begitu dalam bahwa setiap kita sesungguhnya diberikan masa yang berbeda beda dalam menjalani kehidupan ini, ada yang hanya 5 tahun , 20 tahun, 60 tahun atau bahkan ada yang 100 tahun masa yang diberikan Allah kepada setiap manusia , dan berapa lama masa yang diberikan Allah kepada saya hanya Allah sendiri yang mengetahuinya. Ketika itu saya teringat saat tadi pagi saya berkunjung kerumah tetangga saya yang baru meninggal, dia meninggalkan 2 orang anak kecil dan seorang istri yang tidak bekerja, tetapi saya yakin tetangga saya meninggalkan keluarganya dalam keadaan tersenyum karena dia meninggalkan klaim asuransi sebesar satu milyar untuk kelanjutan kehidupan keluarganya. Saat itu saya benar-benar menangis sejadi-jadinya saya ternyata belum memberikan proteksi apapun kepada keluarga saya dan saya belum bisa meninggalkan apapun saat itu untuk kelangsungan hidup keluarga saya, saya tidak bisa membayangkan ketika saat itu saya dipanggil Allah apa yang terjadi dalam kehidupan istri dan anak saya. Seandainya saat itu terjadi pada diri saya mungkin sayalah orang yang paling tidak bertanggung jawab didunia ini dan orang yang paling menyesal dalam kehidupan di dunia ini. Saat itu dalam fikiran saya hanya ada dua pilihan , saya mati dahulu sebelum saya berhasil memproteteksi keluarga saya ataukah saya berhasil memproteksi dan memberikan bekal kepada mereka apabila saatnya waktu itu tiba, itulah kesadaran saya yang hakiki bahwa saya harus memanfaatkan waktu yang ada saat itu dengan sebaik- baiknya, tidak menunda - nunda pekerjaan apalagi hanya sekedar beranggapan bahwa saya bisa kerjakan dilain waktu, saya begitu sadar belum tentu besok apakah saya masih bisa melihat matahari terbit kembali.

      Penggalan ayat kedua yaitu " Sesungguhnya manusia dalam keadaan merugi " ayat ini begitu menampar saya bahwa sebenarnya selama ini saya kurang menghargai waktu dan lebih menggunakannya dalam hal- hal yang justru tidak memiliki manfaat buat kehidupan saya, terlalu banyak bermain, banyak hura- hura dan tidak bertanggung jawab terhadap waktu yang sudah diberikan dalam kehidupan saya. Saya lupa akan makna dan arti tujuan kehidupan saya. Saya lupa bahwa saya hidup dimasa akan datang dan saya lupa bahwa saya ternyata belum mempunyai apa-apa dalam mempersiapkannya. Saya benar- benar merasakan orang yang paling merugi dalam kehidupan ini, orang yang hanya membiarkan waktu berlalu tanpa makna. Pada ayat ketiga saya baru mengerti bagaimana seharusnya saya mengisi serta mensyukuri karunia waktu, dalam ayat yang ketiga diterangkan siapa orang-orang yang tidak merugi dalam hidupnya yaitu " Orang-orang yang ber-Iman dan beramal Sholeh " . Menurut saya keimanan sangat berkaitan dengan keyakinan, keyakinan akan Allah dan seluruh alam semesta ciptaannya, keyakinan yang harus dimiliki oleh setiap orang dalam kehidupannya untuk menjadikan kenyataan impian-impian yang akan dicapai dalam kehidupannya. Jadi dalam setiap langkah apakah kaitan hubungan kita dengan Allah ataupun kaitan bagaimana kita merencanakan masa depan saya , maka keyakinanlah inti supaya kita tidak menyia-nyiakan waktu dengan percuma , keyakinan selalu menjadikan saya hidup dan terus berkreasi sebelum tujuan dalam hidup saya tercapai dan waktu yang diberikan Allah tiba, saya begitu percaya dengan keyakinan segalanya akan mudah, segalanya akan gampang dan dengan keyakinan semua yang menjadi tujuan dalam hidup saya pasti bisa saya wujudkan tentunya dengan ridho dari Allah SWT. Beramal sholeh dalam artian berbuat kebaikan adalah bagaimana cara saya harus mengisi dan mensyukuri nikmat waktu , tentunya beramal sholeh dalam artian yang luas bahwa saya harus selalu berbuat baik kepada siapapun kapanpun dan dimanapun. Pertanyaan yang saat itu muncul adalah apakah saya sudah berbuat baik terhadap keluarga saya ? , padahal ini adalah lingkungan yang paling kecil dalam kehidupan saya , betapa naifnya ternyata dalam sekala kecilpun saya masih belum menjadi orang yang baik, saya belum bisa berikan apapun apabila Allah saat itu memanggil saya , perasaan saya berkecamuk bagaimana nasib mereka , bagaimana kehidupan mereka selanjutnya yang bisa saya lakukan hanyalah menangisi selang waktu yang sudah saya lalui selama ini tanpa ada sesuatu yang saya hasilkan untuk ditinggalkan kepada keluarga kecil saya.


    Bermula dari sinilah saya begitu bertekat dalam kehidupan saya, tidak akan pernah saya akan menyerah dan tidak akan saya biarkan waktu saya berlalu begitu saja, karena ternyata waktu itu justru anugrah yang paling mahal harganya tapi sayangnya tidak semua orang menyadarinya. Setiap hari saya isi waktu saya untuk mewujudkan semua yang menjadi impian saya , apa yang menjadi tujuan saya dan apa yang menjadi tanggung jawab saya. Banyak hal pengalaman serta anugrah yang luar biasa yang saya dapatkan ketika saya berfikir bagaimana saya mengisi waktu saya dengan keyakinan dan hal-hal untuk berbuat yang terbaik, dua tahun kemudian saat saya berumur 28 tahun saya sudah memiliki apa yang orang inginkan, rumah, 2 buah mobil, proteksi asuransi seluruh keluarga saya serta sedikit deposito untuk membiayai kehidupan kami kelak, hal yang saya tidak dapatkan sebelumnya ketika tingkat kesadaran akan memanfaatkan waktu saya belum sepenuhnya benar. Saya sadari setiap manusia diberikan oleh Allah waktu yang sama dalam satu hari satu malam yaitu 24 jam tapi hanya orang-orang yang bisa memanfaatkan waktu dengan kualitas yang baik yang akan mendapatkan yang dia inginkan sesuatu tujuan awal hidupnya. Saya menemukan jati diri saya dari orang yang bukan apa-apa menjadi orang yang bisa sedikit bangga atas apa yang saya raih, disinilah " Siapa aku " dalam hidup saya saya dapatkan fase dimana saya mendapatkan pengakuan atas apa yang saya lakukan, eksistensi saya diakui banyak orang dan bisa menjadi inspirasi buat banyak orang dan saya capai saat saya dibawah umur rata-rata yang dibutuhkan banyak orang untuk mendapatkan fase "Siapa aku" yaitu umur 30 tahun.

   Ketika saya mendapatkan fase Siapa Aku, saya merasa orang yang paling sukses orang yang paling bahagia dan orang yang paling hebat dan g ada seorangpun yang bisa lebih hebat dari saya. Ternyata dikemudian hari itulah ujian paling berat buat setiap manusia yang melalui fase ini, fase " Siapa Kamu " , fase dimana setiap manusia merasa dirinya paling hebat, paling super dan orang lain bukanlah apa-apa, pada saat inilah sayapun mulai sombong dan seolah semua itu karena hasil kerja keras saya dan karena kemampuan yang saya miliki, sampai suatu saat saya tersadar ketika saya membaca buku tentang Eisntein dalam bukunya dia bilang " Tanpa kita sadari sesungguhnya kita diciptakan didunia ini untuk orang lain " . Saya terdiam sejenak dan mendalami arti semua itu bahwa apa yang saya dapatkan apa yang saya peroleh dan adanya saya diberikan kelebihan oleh Allah adalah bukan hanya untuk kita dan keluarga kita saja tetapi juga untuk orang lain. Pemahaman bahwa Saya diciptakan untuk orang lain semakin subur ketika pada 2008 saya dikirim ke Manado sebagai kepala cabang, kondisi dimana saya biasa diawasi oleh atasan saya, berubah menjadi sayalah pengawas dan pengambil kebijakan dalam kantor yang saya pimpin, banyak orang sukses ketika dia ada pengawasan dalam hidupnya tapi banyak orang gagal setelah dia lepas dari pengawasan orang lain, dalam bahasa lain banyak orang sukses ketika dia dipimpin tapi banyak Orang gagal ketika dia memimpin karena yang gagal biasanya mengalami power sindrom. Sebuah sindrom yang membuat lupa diri bahwa kekuasaan yang dimiliki harusnya membuat dia lebih rajin tetapi malah membuat dirinya menjadi lupa karena merasa bebas dari pengawasan orang lain sehingga dia berbuat semaunya sendiri. Saya patut bersyukur bahwa saya telah menyadari sebelum saya berangkat untuk memimpin cabang manado, saya sadar bahwa saya akan hebat kalau yang saya pimpin hebat dan saya akan berhasil kalau yang saya pimpin berhasil. Fikiran saya saat itu adalah menjadikan " Siapa Kamu" dalam artian saya staff-staff saya adalah bagian terpenting untuk mencapai apa yang saya inginkan dalam kehidupan ini. Dalam perspektif saya cara bagaimana memperbesar penghasilan saya adalah menjadikan seluruh staff saya berpenghasilan besar. Sekali lagi saya berhasil melampaui fase siapa saja dalam umur yang relatif muda 31 tahun.


   
Sebuah massage BB dari temen saya SMP kembali memberikan perubahan dalam cara pandang kehidupan saya bahwa hidup ini hanyalah fatamorgana apa yang kita kejar selama ini hanyalah semu belaka sesungguhnya hidup ini adalah perputaran peran yang setiap saat kita akan berganti peran sesuai amanah dari Allah SWT, kalau kita diberi peran dan kita berhasil dalam menjalankan peran itu dengan baik maka kita kan diberikan peran yang jauh lebih besar. Kadang orang stress, marah , bunuh diri manakala kehilangan sesuatu yang berharga dalam hidupnya padahal kalau dipahami lebih jauh bahwa semua itu akan hilang dan akan kita tinggalkan ketika kita menghadap sang maha pencipta Allah SWT. Tidak ada yang kita bawa sedikit pun dan tidak ada yang akan bisa menolong kita dikehidupan kemudian kecuali kita meninggalkan apa yang kita peroleh didunia ini dan dapat bermanfaat bagi orang banyak. Peran inilah yang begitu mengilhami saya, saya begitu sadar bahwa saya diberikan kelebihan-kelebihan yang saya miliki semua itu membuat saya harus lebih bermanfaat untuk banyak orang. Ada dua amanah yang saya sadari saat itu harus saya jalani yaitu sebagai kepala cabang dan sebagai manusia yang diberikan kelebihan baik fisik, otak, maupun harta yang harus saya peruntukkan untuk banyak orang. Fase yang saya sebut " Siapa Saja " .Amanah sebagai kepala cabang adalah amanah yang harus saya pegang dimana seluruh staff saya baik marketing dan maupun back office adalah amanah yang harus saya jalankan dengan baik. Seluruh staff yang ada baik marketing maupun back office haruslah mendapatkan penghasilan yang besar karena mereka semua adalah tulang punggung buat keluarganya masing- masing, amat sangat berdosa bila mereka tidak berhasil dan gagal menjadi tulang punggung bagi keluarganya masing-masing. Tekat saya begitu kuat bahwa semua harus sukses dan semua harus berhasil karena itulah amanah yang diberikan kepada saya, sehingga saya tidak mengenal lelah dan selalu berbuat agar semua yang ada dikantor saya mencapai semua cita-cita yang diinginkan dan yang pasti semua itu butuh kerja keras dan kerja sama.


    Amanah yang tidak kalah penting adalah amanah bahwa saya diberikan berbagai macam kelebihan baik fisik , otak , harta dan kemampuan adalah untuk orang banyak, siapa saja dan dimana saja. Kesadaran itupun mucul ketika saya menyaksikan televisi dalam acara ceramah pagi bersama KH. Yusuf Mansyur. Yang waktu itu membahas MIracle of Giving, satu tema bahwa keajaiban memberi. Saya teringat ,yang disamapaikan beliau waktu itu "  barang siapa memberi satu kebaikan maka Allah akan mambayar dengan sepuluh kebaikan " . Menurut beliau matematika manusia dengan matematika Allah berbeda. Dalam uraiannya satu contoh apabila seseorang berpenghasilan satu juta kalau dia belanjakan 100 ribu untuk kebaikan maka matematika manusia akan mengatakan sisa uangnya adalah 900 ribu , tetapi dalam perspektif matematika Allah 100 ribu akan dibayar oleh Allah 10 kali lipat sehingga akan dibayar oleh Allah menjadi 1 juta , sehingga hasil akhirnya adalah uangnya akan berjumlah  1,9 juta , 900 ribu sisa dari yang diambil 100 ribu dan satu juta bayaran dari Allah, dahsyatnya ketika kita memberi. Tetapi dari lubuk hati yang paling dalam, saya hanya ingin ihklas karena  bentuk syukur saya atas karunia yang diberikan semua kelebihan-kelebihan saya yang diberikan Allah SWT. Saya hanya ingin kehidupan saya lebih berguna buat orang banyak dan saya hanya ingin apa yang saya lakukan dapat bermanfaat buat orang banyak, tidak perduli dia siapa , suku apa , tinggalnya dimana, saya tidak memandang apakah dia jahat ataupun baik terhadap saya. Dalam keadaan seperti ini saya lebih bisa menemukan ketenangan batin dan mendapatkan kebahagiaan yang sesungguhnya. Alhamdulillah sampai saat ini saya diberi amanah 396 anak yatim yang tersebar diberbagai daerah dan wilayah yang menjadi tanggung jawab saya setiap bulannya, hal inilah yang membuat saya terus terpacu dalam bekerja dan berkarya untuk mendapatkan penghasilan yang besar karena saya harus mempunyai penghasilan yang besar untuk kelangsungan hidup mereka. Rasa capek , lelah seakan hilang sirna saat melihat tawa-tawa mereka bisa menikmati kehidupan mereka yang bisa mereka nikmati walaupun tidak bersama orang tua mereka. Sebuah ucapan terima kasih dari pengasuh mereka seakan membuat menangis diri saya haru, mensyukuri betapa nikmat Allah terhadap saya begitu besar diberi kelebihan untuk bisa menyalurkan rejeki Allah kepada mereka melalui tangan saya. Kalau saya bisa pasti anda bisa , semoga anda juga diberikan kelapangan rejeki yang besar untuk bisa hidup menjadi penyambung rejeki Allah untuk mereka yang membutuhkan. Semoga , amin ya rabb.