Selasa, 26 Maret 2013

Rumahku Perencanaan Fikiranku

    

    Kenangan masa kecil saya masih begitu melekat pada diri saya sampai hari ini, terutama kejadian dimana untuk pertama kali saya diperkenalkan oleh ayah saya bagaimana kita harus mengelola keuangan dalam mencapai tujuan yang kita inginkan. Pelajaran yang sangat berharga waktu itu adalah ketika suatu pagi ayah saya berkata kepada saya " Nak uang 3.000 rupiah ini adalah uang saku kamu untuk satu bulan ", saat itu sebagai anak kecil menerima uang yang lumayan besar, karena rata-rata uang saku teman- teman saya hanya 50 rupiah setiap hari, saya merasa bahagia, saya bahkan lupa kalau ayah saya saat itu mengatakan bahwa uang saku itu untuk satu bulan. Sebagai anak kecil yang belum tau bagaimana mengatur keuangan sayapun menggunakan uang sebanyak itu dengan tanpa perhitungan, saya gunakan uang itu untuk mentraktir teman- teman saya sehingga uang 3.000 rupiah itu habis dalam kurun waktu 5 hari saja, tetapi saat itu dalam fikiran saya nanti minta ayah saya lagi pasti akan diberi kembali. Perkiraan yang konyol itupun ternyata lain dari kenyataan, sayapun dapat marah dari ayah dan beliau berkata kepada saya " ayah bilang uang itu untuk satu bulan bukan lima hari, jadi sampai nanti awal bulan kamu tidak ada uang saku lagi ", satu kalimat yang terucap yang tidak adil waktu itu menurut saya dalam benak saya kalu memang tidak ada uang saku lagi kenapa diberi uang banyak, fikiran anak- anak yang masih polos. Sebagai anak yang cukup nakal sayapun tidak kehabisan akal untuk mendapatkan uang saku, sayapun meminta nenek saya setiap hari untuk uang saku saya, hingga suatu hari ayah saya tahu dan meminta nenek saya untuk tidak memberi uang saku lagi. Dan alangkah terkejutnya ketika dibulan berikutnya uang saku saya untuk bulan berikutnya dipotong sejumlah uang yang telah diberikan oleh nenek saya, kejam, kata itu yang saya alamatkan kepada ayah saya saat itu. Dibulan berikutnyapun saya harus pandai- pandai mengaturnya, uang yang saya dapat untuk satu bulan saya tukarkan dengan pecahan kepada ibu saya untuk saya bagi rata selama 30 hari dan saya kunci di laci kemudian kuncinya saya titipkan kepada ibu saya. Dengan begitu sama saja saya setiap hari saya mendapatkan uang saku yang sama dengan teman- teman saya walaupun saya melalui proses berfikir sendiri bagaimana caranya supaya uang itu dapat saya pakai selama satu bulan. Suatu pendidikan perencanaan yang baru saya sadari setelah saya beranjak dewasa, betapa saya berterima kasih telah diberi pejaran berharga dalam hidup saya bahwa segala sesuatu harus direncanakan dan selalu mempersiapkan diri untuk hal dimasa depan karena masa depan adalah misteri yang hanya Allah yang mengetahuinya.   

    Sebuah kalimat bijak mengatakan " kita adalah apa yang kita fikirkan adanya kita sekarang adalah hasil pemikiran kita dimasa lalu, dengan fikiran kita, kita jadikan dunia kita " , dalam arti kalimat saya seperti pelajaran yang diajarkan oleh ayah saya, masa depan itu misteri dan seharusnya masa depan itu harus kita fikirkan mulai saat ini dan kita rencanakan bagaimana keadaan kita dimasa depan saat ini juga serta jangan lupa melakukannya mulai saat ini juga hasilnya serahkan kepada Allah SWT. Atas dasar inilah setiap saya menginginkan sesuatu sebagai tujuan yang ingin saya capai maka saya akan selalu merencanakan dengan matang segalanya, setiap hal yang saya inginkan selalu saya gambarkan saya detailkan dan saya rasakan kenikmatan ketika saya berhasil mewujudkan impian saya itu. Buat saya tujuan saya tidak boleh masuk akal, akan tetapi cara saya mencapainya harus masuk akal.

     

    Didalam kehidupan setiap manusia dikaruniai Allah berupa otak yang terdiri atas otak kanan dan otak kiri, otak kanan lebih berfungsi sebagai otak imajinasi menggambarkan keinginan manusia tanpa batas serta tidak ada sekat sekat baginya, buat otak kanan segala sesuatu yang dia imajinasikan tidak bisa dibatasi oleh apapun baik ruang dimensi dan waktu , dia tidak mengenal yang namanya ketidak mungkinan. Satu alasan kenapa didunia ini banyak orang hidup tanpa arah yang jelas dikarenakan imajinasi kehidupannya kurang atau bahkan tidak ada, dalam bahasa lain otak kanannya jarang difungsikan, makanya banyak jargon orang bule mengatakan bahwa otak kanannya orang Indonesia kalo dijual paling mahal kenapa demikian karena " jarang digunakan ". Otak kiri kita sebenarnya berfungsi sebagai pendukung utama imajinasi dari otak kanan kita dengan otak kirilah imajinasi otak kanan akan bisa direalisasikan karena otak kiri kita mampu mendetailkan langkah yang akan kita lakukan serta mampu mengantisipasinya apabila langkah kita melenceng dari imajinasi kita . Otak kanan dan otak kiri kita harus kita fungsikan seolah sepasang  kekasih yang sedang di mabuk cinta , masing- masing saling melengkapi dan masing- masing memiliki peranan untuk mewujudkan sebuah tujuan. Dua hal yang paling saya syukuri di dunia ini adalah saya diberikan orang tua yang luar biasa mengajarkan bagaimana saya harus merencanakan kehidupan ini dan yang kedua adalah karunia otak kanan dan kiri yang lengkap, bentuk rasa syukur saya adalah saya memanfaatkan keduanya itu untuk lebih berguna buat diri saya pribadi, keluarga serta untuk orang banyak.

     Setiap orang pasti memiliki impian dalam hidupnya tetapi tidak setiap orang mampu mewujudkan impian itu. Kenapa tidak semua orang mampu mewujudkan impiannya karena kurang fokus terhadap impian, perencanaan yang kurang detail, tindakan yang tidak mencerminkan terwujudnya sebuah impian. Alasan kenapa bagian ini berjudul " rumahku perencanaan fikiranku " karena saya ingin menunjukkan betapa perencanaan begitu punya peranan penting dalam kaitannya mewujudkan suatu impian. Perencanaan adalah gambaran masa depan yang akan kita bangun kedepan keadaan kita bagaimana dan seperti apa kita kedepan. Pada bagian ini saya ingin menunjukkan detail bagaimana saya membangun impian sebuah rumah yang dari awal saya bangun dari imajinasi saya dan saya kerjakan dengan langkah- langkah yang detail serta monitoring yang ketat. Inilah satu impian yang modal awalnya hanya sebuah impian, tekad kuat ,keyakinan akan kemampuan diri serta pertolongan dari Allah SWT.



      Pada pertengahan 2010 saya mempunyai keinginan untuk memiliki rumah yang sederhana saja yang penting nyaman buat aktifitas keluarga. Tetapi dalam benak saya saat itu kenapa harus sederhana kalau saya bisa yang lebih dari itu, dalam perencanaan inipun saya berusaya memaksimalkan otak imajinasi saya , saya menginginkan rumah dengan berbagai macam gabungan tipe-tipe rumah yang biasanya tidak bisa terpenuhi oleh rumah yang biasa disediakan oleh pengembang. Saya menginginkan sebuah rumah yang bisa mencerminkan tingkat budaya baik yang saya sukai serta bisa mengakomodir semua kebutuhan keluarga saya, mungkin kalau ada yang bertanya jenis rumah apa dan tipe bagaimana rumah saya, amat sulit saya menjawabnya . Atap sebagai pelindung utama dari panas dan hujan saya buat seperti rumah adat jawa yang mencerminkan bahwa kami adalah orang yang akan mendidik anak-anak kami dengan adat orang jawa yang mempunyai ciri sopan santun dan kesopanannya, pada sebagian sisi atapnya saya sengaja buat terbuka sehingga pada saat malam hari ketika bintang-bintang serta bulan menampakkan dirinya saya dan keluarga akan bisa menikmati keindahanya serta mengagumi maha karya sang pencipta sehingga selalu mengingatkan saya dan keluarga untuk tetap terus bersyukur atas nikmat- nikmatNya . Pada bagian dindingnya saya menginginkan banyak udara yang masuk sehingga sirkulasi udara menjadi lancar sehingga kebutuhan akan udara sehat akan selalu terjaga sehingga aktifitas tidak terganggu sehingga saya pilih tipe rumah tropis yang pada sisi-sisinya banyak dinding terbuka serta penggunaan ruang hijau sekitar 30 persen dari keseluruhan luas tanah yang dipakai, sekaligus sumbangsih saya terhadap keseimbangan ekosistem buat bumi kita ini. Pembaguan ruangpun saya detailkan berdasarkan fungsi hobi serta kegunaan sehingga semua kebutuhan keluarga saya dapat dipenuhi, ruang tidur saya desain berdasarkan kesukaan masing- masing , mulai dari kecintaan istri saya terhadap budaya jepang maka desain dari ruang tidur sayapun memakai desain interior ala jepang. Anak pertama saya yang sangat menyukai petualangan laut sayapun mendesainya seolah ruang tidurnya ada ditengah samudra lengkap dengan tempat tidur berupa perahu, begitu juga anak kedua saya yang sangat suka sekali dengan mobil- mobil Formula 1 saya desain seolah-olah dia ada ditengah- tengah sirkuit lengkap dengan tempat tidur sebuah mobil ferrarinya. Salah satu ruangan disisi ataspun saya fungsikan sebagai ruang musik lengkap dengan karaoke karena kedua anak saya memang sangat menyukai musik serta mengembangkan bakat anak pertama saya dalam memainkan alat musik piano klasik. Sebagai manusia ciptaan Allah ada kewajiban buat saya untuk menyediakan sebuah ruang untuk tempat ibadah dengan desain ala budaya arab lengkap dengan hiasannya supaya bisa merasakan kekhusukan dalam beribadah. Dengan gambaran seperti itu saya datang kepada teman arsitek saya untuk mendesain rumah tersebut sehingga saya bisa menggambarkan secara jelas dan kasat mata untuk membantu saya melihat detail dari rumah tersebut dan setelah jadi saya bukan hanya bisa membayangkan saja tapi juga bisa melihat secara jelas rumah itu kelak akan seperti apa. Pendetailan sebuah impian saya pandang sangat perlu dan menentukan karena dengan melihat sebuah rencana impian sudah tidak memerlukan imajinasi yang kadang kita perlu berkonsentrasi untuk menggambarkannya. Dengan menggambarkannya saya bisa terus termotivasi setiap saat apabila saya melihat gambar tersebut , saya akan bisa dengan mudah mengelola emosi saya serta semangat saya dan yang terpenting adalah saya dengan sangat mudah merasakan bagaimana nikmatnya ketika rumah saya itu benar- benar menjadi kenyataan.


   
 
   Perencanaan berapa jumlah dana yang dibutuhkan dalam pembanguan rumah saya merupakan konsentrasi saya selanjutnya karena akan sangat menentukan berapa lama saya harus mencapai nilai itu. Rencana Anggaran Biayapun telah jadi dan mendapatkan satu nilai yang cukup fantastis buat saya 3,3 Milyar satu nilai yang harus saya capai dalam kurun waktu tertentu. Dalam menentukan berapa lama waktu yang saya butuhkan saya perlu melihat berbagai macam sudut pandang, mulai dari kekuatan yang saya miliki saat itu dibisnis ini dan berapa percepatan yang saya butuhkan sehingga target pemenuhannya tidak terlalu lama. Karena setiap target yang terlalu lama akan membuat saya menjadi malas mencapainya dan apabila terlalu cepat saya akan merasa terlalu berat sehingga bisa- bisa saya membabi buta dalam mencapainya. Dalam setiap apa yang saya targetkan, saya tidak ingin terbebani dan saya juga tidak ingin target itu membuat saya santai dalam mencapainya, dalam artian saya ingin melakukan segala sesuatu berdasarkan porsinya dengan memperhatikan percepatan yang harus saya lakukan supaya saya dapat mencintai proses yang harus saya lalui.

    Setiap impian yang saya targetkan dalam mewujudkannya selalu saya mulai dari nol, artinya setiap impian saya dalam pemenuhannya dimulai dari waktu yang saya tentukan dan modalnya adalah nol, hanya kekuatan SDM yang saya miliki saat itu. Dengan hitungan yang cukup cermat berdasarkan kekuatan yang saya miliki dan percepatan yang saya inginkan ketemulah suatu jangka waktu yang saya tentukan yaitu 19 bulan dimulai dari januarai 2011. Pertama yang saya lakukan adalah melihat tingkat Closssing Power Indeks (CPI ) yang saya miliki dikantor tempat saya bekerja, dari CPI ini saya perhitungkan berapa staff , manager , appointment , serta penambahan baik staff , manager , ataupun appointment yang harus ditambah setiap bulannya . Semua saya perhitungkan dengan cermat hingga sampai target waktu 19 bulan kedepan. Detail rencana 19 bulan itulah sebagai acuan saya setiap bulannya yang akan menjadikan ukuran apakah target saya berjalan sesuai waktu, lebih cepat atau lebih lambat dari waktu yang saya tetapkan. Pengetahuan sewaktu kuliah di FTUI memberikan kemudahan saya menganalisa sebuah tingkat pekerjaan apakah sesuai standart waktu , dibawah standart atau melebihi standart yang saya tentukan sehingga lebih mudah untuk mengontrolnya dan lebih mudah juga dalam membuat evaluasi dan langkah- langkah yang akan diambil selanjutnya. Kurva S yang saya kenal di mata kuliah menejemen proyek ini sangat membantu dalam keinginan mewujudkan target impian saya.

 

      Semua perencanaan sudah selesai, sayapun mulai fikirkan langkah untuk mewujudkannya. Hal penting setiap saya mempunyai impian adalah saya selalu memberitahukan kepada orang- orang yang saya kenal, seluruh staff-staff saya di kantor maupun dikantor lain dimana saya sering memberi materi dan saat memberi materi itu saya selalu tunjukkan inilah impian saya rumah seharga 3,3 Milyar yang harus saya wujudkan selama 19 bulan kedepan. Bukan tanpa maksud kenapa saya harus menujukkan kepada siapapun yang saya kenal apa yang menjadi impaian saya dalam jangka waktu tertentu itu, hal ini disebabkan saya ingin memberikan suatu daya ungkit yang kuat pada diri saya betapa malunya saya kalau impian saya itu tidak terwujud pada waktu yang telah saya tetapkan, karena terlanjur saya sudah tunjukkan dan beritahukan impian itu kesemua orang. Saya ingin setiap saat selalu pada jalur yang tepat dan selalu memonitor sejauh mana tercapainya. Seringnya saya beritahukan impian saya itu sekaligus juga untuk lebih membuat perasaan saya bagaimana nikmatnya kalau impian saya itu terwujud dan betapa bangganya saya kalau terwujud sesuai dengan waktu yang telah saya tentukan. Intinya dengan sering saya beritahukan kepada banyak orang ikatan emosional antara saya dengan impian saya selalu terjaga.

     Monitoring terhadap realisasi hasil setiap bulannya adalah bagian strategi yang saya lakukan berikutnya , proses ini saya lakukan dengan membandingkan antara hasil yang saya capai dengan kurva perencanaan yang saya buat, saya selalu mengamati apakah hasil yang saya capai sudah sesuai dengan yang saya rencanakan. Hal ini penting supaya setiap saat saya bisa memonitor hasilnya dan memperbaiki prosesnya dengan begitu saya bisa mengambil langkah baik perbaikan maupun langkah percepatan agar hasil yang akan saya capai lebih baik dari perencanaan saya. Terjun dibisnis di bidang marketing pada industri perdagangan berjangka dengan jabatan kepala cabang adalah satu hal yang tidak mudah, setiap saat saya harus menjaga berapa jumlah marketing yang harus ada, jumlah appoinmet yang harus ketemu serta bagaimana strategi untuk mempercepat pencapaian target. Dan yang paling penting adalah koordinasi dengan masing- masing manajer untuk bersama- sama berfikir bagaimana untuk selalu meningkatkan omset yang ada. Semua itu berlangsung hari demi hari dan tak terasa 10 bulan kemudian sudah 70 % lebih saya dapatkan  nilai dari target untuk mewujudkan impian rumah saya . Rumahpun bulan oktober 2011 mulai saya bangun dan prosespun berjalan hingga target sayapun terpenuhi hanya butuh waktu 15 bulan lebih cepat 3 bulan dari yang saya targetkan, satu hasil pemberian Allah yang harus saya syukuri. Rumah semula hanya sebuah imajinasi kemudian tertuang dalam sebuah gambar dan kini sudah berdiri kokoh dan indah sebagai saksi hidup bagi setiap orang yang saya tunjukkan serta perlihatkan impian saya saat itu. Dalam hidup ini hanya simple anda hanya tinggal bermimpi dan mimpi anda haruslah besar karena sesungguhnya Allah maha besar kalau kita bermimpi besar pasti kita akan diberi hal yang besar. Selanjutnya gambarkan impian anda dalam sebuah gambar visual yang anda bisa lihat setiap saat dan setiap waktu agar anda benar- benar mendapatkan ikatan emosional untuk mewujudkannya sehingga anda akan bisa merasakan betapa nikmatnya andai impian anda terwujud dan bisa andai capai sesuai waktu yang anda tentukan. Kemudian anda detailkan kedalam bentuk rencana biaya serta rencana kerja untuk mencapainya, selanjutnya lakukan dengan sepenuh hati , monitor hasil yang sudah anda capai dari waktu ke waktu perbaiki apabila prosesnya ada kekurangan dan buatlah terobosan untuk membuat target tercapai lebih cepat dan yang terakhir serahkan hasilnya pada Allah SWT , insyaAllah apapun yang anda impikan akan dikabulkan olehNya. Selamat Berkarya !!!



1 komentar:

Unknown mengatakan...

Termotivasi Tanks Big Bos